Timnas Spanyol menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor telak 3-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, California, Jumat (3/7/2026) WIB. Kemenangan ini membawa pasukan Luis de la Fuente melaju ke babak 16 besar dengan penampilan yang nyaris sempurna sejak menit awal.
La Roja tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 65 persen, akurasi umpan di atas 90 persen, serta agresivitas dalam membangun serangan membuat Austria hampir tidak memiliki ruang untuk mengembangkan permainan. Statistik pertandingan menunjukkan Spanyol melepaskan 22 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran, sementara Austria gagal mencatatkan satu pun tembakan ke arah gawang. Data tersebut memperlihatkan betapa besarnya dominasi Spanyol sepanjang 90 menit.
Gol pembuka Spanyol lahir pada menit ke-36 melalui Mikel Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad itu memanfaatkan umpan tarik Marc Cucurella sebelum melepaskan penyelesaian tenang yang tak mampu dihentikan kiper Austria, Alexander Schlager.
Sebelum gol tersebut, Spanyol sebenarnya sempat mencetak gol lebih dulu melalui Marc Cucurella. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah menilai terjadi pelanggaran terhadap Schlager dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu sempat memicu perdebatan, tetapi VAR mendukung keputusan wasit sehingga skor tetap 0-0 hingga Oyarzabal memecah kebuntuan beberapa menit kemudian.
Memasuki babak kedua, dominasi La Roja semakin sulit dibendung. Bek kanan Pedro Porro menggandakan keunggulan pada menit ke-66 lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Alex Baena. Gol tersebut menjadi gol internasional pertamanya bersama tim nasional Spanyol sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Menjelang laga usai, Oyarzabal kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-89, ia menyelesaikan sebuah rangkaian umpan pendek khas tiki-taka Spanyol untuk memastikan kemenangan telak 3-0 sekaligus mencetak brace dalam pertandingan ini.
Selain unggul dalam skor, Spanyol juga mendominasi hampir seluruh aspek permainan. Rodri dan Pedri mengendalikan lini tengah dengan distribusi bola yang rapi, sementara Lamine Yamal beberapa kali merepotkan lini pertahanan Austria lewat kecepatan dan kreativitasnya.
Austria yang diasuh Ralf Rangnick sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup disiplin. Namun setelah jeda pendinginan (hydration break), ritme permainan berubah drastis. Spanyol meningkatkan tempo serangan dan membuat Austria lebih banyak bertahan. Kapten Austria David Alaba mengakui timnya kesulitan mengejar bola karena kualitas penguasaan bola Spanyol yang sangat tinggi.
Kemenangan ini menjadi kemenangan fase gugur pertama Spanyol di Piala Dunia sejak keberhasilan mereka menjuarai turnamen pada tahun 2010. Selain itu, La Roja juga memperpanjang catatan clean sheet mereka menjadi empat pertandingan beruntun di Piala Dunia 2026, mempertegas status sebagai salah satu favorit juara.
Di babak 16 besar, Spanyol akan menghadapi Portugal, yang sebelumnya menyingkirkan Kroasia dengan skor dramatis 2-1. Duel sesama raksasa Iberia tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase knockout.
| Statistik | Spanyol | Austria |
|---|---|---|
| Tembakan | 22 | 5 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 10 | 0 |
| Penguasaan Bola | 65% | 35% |
| Operan | 611 | 329 |
| Akurasi Operan | 91% | 83% |
| Pelanggaran | 8 | 15 |
| Kartu Kuning | 0 | 1 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Offside | 2 | 5 |
| Tendangan Sudut | 9 | 0 |
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop