Timnas Italia kembali mencatat sejarah buruk setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah dramatis dari Bosnia & Herzegovina pada babak play-off kualifikasi zona Eropa. Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi negara yang pernah menjadi juara dunia empat kali tersebut.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Zenica, Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun situasi berubah ketika Alessandro Bastoni mendapat kartu merah sebelum turun minum, membuat Italia harus bermain dengan 10 pemain.
Bosnia akhirnya menyamakan skor lewat Haris Tabakovic pada menit ke-79. Pertandingan berlanjut ke adu penalti setelah skor tetap 1-1 hingga babak tambahan waktu. Di babak penalti, Italia kalah 4-1 setelah dua eksekutor gagal mencetak gol, sementara Bosnia sukses mencetak semua tendangan mereka.
Gol penentu kemenangan Bosnia dicetak oleh Esmir Bajraktarevic, yang memastikan Italia kembali absen di Piala Dunia.
Kegagalan ini membuat Italia:
Padahal Italia merupakan salah satu negara paling sukses dalam sejarah sepakbola dunia dengan 4 gelar Piala Dunia (1934, 1938, 1982, 2006).
Banyak pihak menyebut ini sebagai krisis terbesar sepakbola Italia dalam 20 tahun terakhir.
Kekalahan ini membuat suasana tim Italia sangat terpukul. Pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan belum mau membahas masa depannya setelah kegagalan tersebut.
Sementara pemain Italia mengaku sulit menerima kenyataan bahwa mereka kembali gagal tampil di ajang sepakbola terbesar dunia. Beberapa generasi pemain bahkan belum pernah merasakan tampil di Piala Dunia sepanjang karier mereka.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi sejarah bagi Bosnia & Herzegovina:
Bosnia kemudian dipastikan masuk Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss di Piala Dunia 2026.
Beberapa faktor utama kegagalan Italia:
Italia kehilangan keseimbangan setelah bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Italia gagal dalam dua eksekusi penalti krusial.
Pengamat menilai Italia mengalami krisis pemain muda dalam dua dekade terakhir.
Italia menghadapi tekanan besar karena sudah dua kali gagal sebelumnya.
Kemunduran ini menunjukkan perubahan drastis dari salah satu raksasa sepakbola dunia menjadi tim yang kesulitan bersaing di level internasional.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop