Serie A musim 2025/2026 resmi berakhir dengan drama luar biasa dalam perebutan tiket kompetisi Eropa. Jika Inter Milan tampil dominan dan memastikan Scudetto sejak beberapa pekan lalu, perhatian besar justru tertuju pada perebutan zona Liga Champions yang berlangsung sengit hingga giornata terakhir.
AS Roma dan Como 1907 akhirnya menjadi dua tim yang sukses mengamankan tiket Liga Champions UEFA musim depan. Sementara itu, Juventus dan AC Milan harus menerima kenyataan pahit hanya tampil di Liga Europa. Atalanta pun harus puas turun ke UEFA Conference League setelah gagal menembus enam besar.
Tidak ada cerita yang lebih mengejutkan musim ini selain keberhasilan Como 1907. Klub yang beberapa musim lalu masih bermain di kasta bawah Italia kini sukses finis di posisi keempat Serie A dengan koleksi 71 poin.
Como tampil luar biasa konsisten sepanjang musim:
Keberhasilan mereka lolos ke Liga Champions langsung disebut media Italia sebagai salah satu kisah dongeng terbesar Serie A dalam satu dekade terakhir.
Fans Como bahkan memenuhi jalanan kota setelah peluit akhir pertandingan terakhir dibunyikan. Banyak yang menyebut pencapaian ini setara dengan kisah Leicester City saat juara Premier League beberapa tahun lalu.
AS Roma juga berhasil menutup musim dengan hasil positif setelah finis di posisi ketiga dengan 73 poin. Tim ibu kota Italia tersebut tampil jauh lebih stabil dibanding musim sebelumnya.
Keberhasilan Roma lolos ke Liga Champions menjadi bukti keberhasilan proyek baru klub yang mulai kembali kompetitif di Serie A maupun Eropa.
Musim ini Roma tampil:
Beberapa kemenangan penting atas rival langsung seperti Juventus dan Milan menjadi faktor utama keberhasilan mereka finis di empat besar.
Di sisi lain, Juventus dan AC Milan menjadi dua tim yang paling disorot akibat kegagalan mereka lolos ke Liga Champions.
Juventus finis di posisi keenam dengan 69 poin, hanya terpaut dua angka dari Como. Inkonsistensi performa sepanjang musim membuat Bianconeri kehilangan banyak poin penting.
Beberapa masalah Juventus musim ini:
Sementara AC Milan finis di posisi kelima dengan 70 poin. Rossoneri sebenarnya sempat berada di empat besar selama sebagian musim, namun performa mereka menurun drastis menjelang akhir kompetisi.
Fans Milan bahkan mulai mempertanyakan masa depan proyek klub setelah kembali gagal bersaing di papan atas Serie A.
Atalanta yang beberapa musim terakhir dikenal sebagai langganan Liga Champions juga mengalami penurunan performa musim ini.
Klub asal Bergamo tersebut finis di posisi ketujuh dengan 59 poin dan hanya mendapatkan tiket UEFA Conference League.
Penurunan produktivitas lini depan menjadi salah satu alasan utama Atalanta gagal bersaing dalam perebutan empat besar.
Sementara perebutan zona Eropa berlangsung sengit, Inter Milan justru tampil sangat dominan di puncak klasemen.
Nerazzurri menutup musim dengan:
Inter bahkan unggul 11 poin atas Napoli yang finis di posisi kedua.
| Posisi | Klub | Main | Selisih Gol | Poin | Kompetisi Eropa |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 38 | +54 | 87 | Liga Champions |
| 2 | Napoli | 38 | +22 | 76 | Liga Champions |
| 3 | AS Roma | 38 | +28 | 73 | Liga Champions |
| 4 | Como 1907 | 38 | +36 | 71 | Liga Champions |
| 5 | AC Milan | 38 | +18 | 70 | Liga Europa |
| 6 | Juventus | 38 | +27 | 69 | Liga Europa |
| 7 | Atalanta | 38 | +15 | 59 | Conference League |
Musim 2025/2026 benar-benar menghadirkan banyak kejutan:
Persaingan Serie A kini mulai kembali menarik dan kompetitif, terutama dengan munculnya klub-klub kejutan seperti Como yang mampu menantang dominasi tradisional Italia.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop