Gelaran Moto3 Grand Prix Italia 2026 di Sirkuit Mugello menghadirkan pertarungan sengit sejak lap pertama hingga tikungan terakhir. Balapan yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026) itu akhirnya dimenangkan oleh pembalap muda Spanyol, Brian Uriarte, yang sukses mengalahkan rekan setimnya Alvaro Carpe dalam duel ketat khas Moto3. Red Bull KTM Ajo bahkan berhasil mengamankan posisi 1-2 yang mempertegas dominasi mereka di Mugello musim ini.
Di tengah persaingan ketat para pembalap Eropa, perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia tersebut kembali menunjukkan perkembangan signifikan dengan finis di posisi kedelapan dan mengamankan poin penting untuk klasemen dunia. Hasil ini terasa spesial karena Mugello dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit bagi motor Honda Moto3, terutama pada sektor lurus panjang yang mengandalkan top speed.
Akhir pekan Veda sebenarnya tidak berjalan mudah. Pada sesi latihan, pembalap asal Indonesia itu sempat tercecer hingga posisi ke-22. Namun ia mampu melakukan comeback luar biasa dan mengamankan tiket langsung ke 2 setelah melonjak ke posisi sembilan pada menit-menit terakhir sesi practice.
Performa tersebut menjadi modal penting saat race berlangsung. Sejak start, Veda mampu menjaga ritme dan terlibat dalam rombongan besar perebutan posisi 5 hingga 10. Persaingan yang sangat rapat membuat selisih waktu antarpembalap hanya beberapa persepuluh detik.
Meski belum mampu menembus perebutan podium, finis di posisi kedelapan menunjukkan konsistensi yang semakin matang dari rider Honda Team Asia tersebut. Di usia yang masih sangat muda, Veda berhasil bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman di salah satu trek paling teknis dalam kalender Moto3.
Hasil ini juga menjaga peluang Veda untuk tetap berada di papan atas klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 2026. Beberapa media internasional dan pengamat Moto3 bahkan mulai menyoroti perkembangan pesat pembalap Indonesia tersebut sepanjang musim in
Balapan Moto3 Mugello kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu race paling sulit diprediksi. Grup terdepan terus berganti posisi hampir di setiap lap.
Brian Uriarte akhirnya tampil sebagai pemenang setelah memanfaatkan momentum pada lap-lap terakhir. Rekan setimnya, Alvaro Carpe, harus puas finis kedua dengan selisih hanya 0,418 detik. Sementara podium ketiga menjadi milik pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mencetak hasil bersejarah bagi negaranya.
Keberhasilan Hakim Danish naik podium juga menjadi salah satu cerita besar akhir pekan ini karena menjadi salah satu pencapaian terbaik rider Asia Tenggara di Moto3 musim 2026.
| Pos | Rider | Tim | Gap | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | 33:07.801 | 25 |
| 2 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | +0.418 | 20 |
| 3 | Hakim Danish | AEON Credit - MT Helmets - MSI | +0.456 | 16 |
| 4 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | +0.482 | 13 |
| 5 | Joel Esteban | LEVEL UP - MTA | +0.842 | 11 |
| 6 | Eddie O'Shea | GRYD - MLav Racing | +0.970 | 10 |
| 7 | David Muñoz | Liqui Moly Dynavolt Intact GP | +1.069 | 9 |
| 8 | Veda Pratama | Honda Team Asia | +1.081 | 8 |
| 9 | Joel Kelso | GRYD - MLav Racing | +1.085 | 7 |
| 10 | Jesus Rios | Rivacold Snipers Team | +1.091 | 6 |
Sumber hasil balapan berdasarkan data resmi dan laporan MotoGP serta media motorsport internasional.
Finis kedelapan mungkin belum terlihat spektakuler dibanding podium, tetapi hasil ini memiliki arti besar bagi perjalanan Veda di musim 2026.
Beberapa alasan mengapa hasil Mugello sangat penting:
Dengan musim yang masih panjang, peluang Veda untuk terus merangsek ke papan atas klasemen masih sangat terbuka. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan mulai lebih sering bertarung di grup podium, bukan tidak mungkin Indonesia akan kembali memiliki pembalap yang benar-benar bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop