Moto3 Grand Prix Jerman 2026 menghadirkan balapan penuh aksi di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7). Rookie Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, sukses mengamankan kemenangan keduanya musim ini setelah mengalahkan rival utamanya Máximo Quiles dengan selisih hanya 0,063 detik di garis finis. Kemenangan ini menjadi salah satu duel paling sengit dalam kalender Moto3 musim 2026.
Di sisi lain, perhatian pecinta balap Indonesia kembali tertuju kepada Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia tersebut berhasil melakukan comeback yang impresif setelah memulai balapan dari posisi ke-13. Dengan performa yang konsisten sepanjang lomba, Veda mampu menembus peringkat kedelapan dan mengamankan delapan poin penting bagi klasemen dunia Moto3.
Sejak lampu start padam, Brian Uriarte langsung menunjukkan kecepatannya. Meski beberapa kali mendapat tekanan dari pemimpin klasemen sementara, Máximo Quiles, pembalap muda asal Spanyol itu tetap tenang menjaga ritme balapan.
Memasuki lap-lap terakhir, duel keduanya semakin intens. Quiles beberapa kali mencoba mencari celah untuk menyalip, namun Uriarte mampu mempertahankan racing line terbaik hingga akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu dengan margin hanya 0,063 detik.
Sementara itu, Matteo Bertelle berhasil merebut podium ketiga setelah duel ketat melawan Marco Morelli yang hanya dipisahkan beberapa ribu detik menjelang finis.
Bagi penggemar balap Indonesia, hasil yang diraih Veda Ega Pratama menjadi kabar positif.
Setelah kurang maksimal saat sesi kualifikasi dan harus memulai balapan dari urutan ke-13, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut mampu tampil sabar sepanjang race.
Veda tidak memaksakan duel yang berisiko pada lap-lap awal. Ia memilih menjaga ban dan ritme sebelum mulai menyerang ketika balapan memasuki pertengahan lomba.
Strategi tersebut terbukti efektif. Perlahan namun pasti Veda berhasil melewati beberapa rival dan akhirnya finis di posisi kedelapan, sekaligus kembali membawa pulang poin penting untuk Honda Team Asia.
Hasil ini sekaligus menunjukkan perkembangan signifikan sang rookie Indonesia. Sebelumnya pada sesi Practice hari Jumat, Veda bahkan sempat menjadi pembalap tercepat dan langsung lolos ke Q2, membuktikan kecepatannya memang sudah mampu bersaing dengan para kandidat juara.
Walaupun belum berhasil naik podium di Sachsenring, finis di posisi delapan menjadi modal berharga bagi Veda menghadapi seri-seri berikutnya.
Beberapa catatan positif dari penampilannya antara lain:
Bagi Honda Team Asia, performa ini menjadi sinyal bahwa Veda mulai menemukan konsistensi setelah beberapa seri sebelumnya tampil naik-turun.
| Pos | Pembalap | Tim | Gap | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | 33:02.694 | 25 |
| 2 | Máximo Quiles | CFMOTO Gaviota Aspar Team | +0.063 | 20 |
| 3 | Matteo Bertelle | LEVEL UP – MTA | +5.053 | 16 |
| 4 | Marco Morelli | CFMOTO Gaviota Aspar Team | +5.060 | 13 |
| 5 | Rico Salmela | Red Bull KTM Tech3 | +5.139 | 11 |
| 6 | Adrián Fernández | Leopard Racing | +8.626 | 10 |
| 7 | Jesús Ríos | Rivacold Snipers Team | +11.418 | 9 |
| 8 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | +15.657 | 8 |
| 9 | Ryusei Yamanaka | MT Helmets MSI | +15.774 | 7 |
| 10 | Eddie O'Shea | GRYD Racing | +15.789 | 6 |
Sumber hasil resmi balapan Moto3 GP Jerman 2026.
Dengan performa yang terus meningkat, peluang Veda untuk kembali bersaing memperebutkan podium pada seri-seri berikutnya masih sangat terbuka.
Kecepatan satu lap sudah terbukti saat Practice Sachsenring, sementara kemampuan menjaga ritme balapan juga semakin matang. Jika mampu meningkatkan performa di sesi kualifikasi sehingga memulai balapan dari barisan depan, peluang meraih podium berikutnya akan semakin besar.
Bagi Indonesia, perkembangan Veda menjadi angin segar. Ia terus membuktikan bahwa pembalap Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi Moto3 dan menjadi salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan pada musim 2026.
Sudah lebih dari 1 juta penggemar bola memakai aplikasi ini!
shop